Senin, 13 Juni 2016

Pengamatan Kegiatan Imunisasi Posyandu Kemuning RW 014 Kelurahan Bojong Rawa Lumbu Kecamatan Rawa Lumbu Tahun 2016-06-13 #Bahasa Indonesia 2



I.                  Latar Belakang
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat.
Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan dan merupakan bagian dari pembangunan kesehatan yang diprogramkan oleh pemerintah yang bertujuan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang diprogramkan  oleh pemerintah yang bertujuan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Salah satu diantaranya yaitu Posyandu Kemuning , yang terletak  Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu  Kota Bekasi.

Posyandu Kemuning mempunyai fungsi dan keinginan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan diberdayakannya masyarakat, sehingga masyarakat ikut berperan aktif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian balita yang berada dilingkungannya dengan melaksanakan program yang telah diadakan oleh pemerintah.


II.               Tujuan Pengamatan

Tujuan Pengamatan terhadap Posyandu Kemuning jl Sukanegara Sindanggalih Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu untuk mengetahui tentang :

v Alasan terbentuknya Posyandu Kemuning
v Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Reformasi.
v Hasil kegiatan Imunisasi Posyandu Kemuning selama tahun 2014 dan 2016
v Peran petugas kesehatan (provider) dalam rangka pelaksanaan kegiatan  Posyandu Reformasi.
v Beberapa masalah yang sering dihadapi dan cara penyelesaian masalah yang telah dilakukan oleh Posyandu Reformasi.


III.           Pengumpulan Data

A.    Cara Pengumpulan Data
Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui proses     wawancara dan observasi. Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan responden.

Observasi adalah proses pengamatan langsung yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek penelitian. Objek penelitian disini adalah Posyandu Reformasi.

Data sekunder diperoleh dari hasil pencatatan dan pelaporan Posyandu Kemuning  pada  tahun 2014 - 2016.

B.   Waktu Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada minggu pertama bulan Juni tahun 2016 di Posyandu Kemuning kelurahan Bojong Rawa Lumbu kota Bekasi.

C.   Pengolahan dan Penyajian Data
Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan pengolahan secara manual. Data yang telah diolah disajikan dalam bentuk  tabel.



IV.           Hasil pengamatan dan Pembahasan.

A.    Alasan Terbentuknya Posyandu Reformasi
Posyandu Kemuning yang berlokasi di Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi.
Alasan dibentuknya Posyandu Kemuning yaitu :
1.      Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan diberdayakannya
masyarakat, juga untuk menurunkan angka kelahiran dan kematian bayi, balita.
2.     Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang sesuai dengan kebutuhan.
          Sasaran di Posyandu Kemuning adalah bayi, balita dan ibu hamil.


B.   Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan di Posyandu Reformasi diantaranya :

1.      Penimbangan
Penimbangan berat badan balita dilakukan oleh kader posyandu, penimbangan dilaksanakan setiap tanggal 8 tiap bulannya.

2.      Pengisian KMS
Pengisian KMS dilakukan oleh kader posyandu, penimbangan balita dilakukan dalam rangka pemantauan tumbuh kembang untuk mengetahui naik turunnya berat badan balita.

3.     Imunisasi
Banyak jenis imunisasi yang dilakukan di Posyandu Reformasi dapat dilihat pada tabel 3.1


umur
Jenis Imunisasi
0-7 hari
HB-0
1 bulan
BCG, Polio 1
2 bulan
DPT/ HB 1, Polio 2
3 bulan
DPT / HB 2, Polio 3
4 bulan
DPT / HB 3, Polio 4
9 bulan
Campak
                                Tabel 1.1 Jenis Imunisasi



4.      Pemberian vitamin A
Dilaksanakan setiap bulan Februari dan bulan Agustus. Bayi umur 6-11 bulan diberikan vit. A kapsul biru, dan balita diberikan vit. A kapsul merah.

5.     Pelayanan Kesehatan
Pelayanan dilakukan oleh petugas kesehatan, seperti pemberian imunisasi,  KB, pemeriksaan ibu hamil (pemberian kapsul Fe untuk ibu hamil, timbang berat badan dan periksa tekanan darah) maupun penanggulangan penyakit padabalita.

6.     Penyuluhan dilakukan oleh Kader kepada masyarakat agar masyarakat
lebih memahami akan pentingnya kesehatan dan mau ikut serta dengan kegiatan yang ada di posyandu.

C.    Hasil Kegiatan Imunisasi Posyandu Kemuning
Berikut ini merupakan hasil penimbangan balita di Posyandu Kemuning ,Kelurahan Bojong Rawa Lumbu, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi pada   tahun 2014-2016.


Data hasil kegiatan Imunisasi di Posyandu Kemuning dapat dilihat pada foto 1.2 :

Tabel 1.2 Hasil Penimbangan


Dari tabel diatas terlihat bahwa kesadaran warga rw 014 akan kegiatan imunisasi yang ada di posyandu kemuning cukup tinggi, keterangan tersebut dapat dilihat dari 47 jumlah balita yang ada di rw 014 dari bamyaknya 35 jumlah balita rutin mengikuti kegiatan imunisasi yang berlangsung di posyandu kemuning yang meliputi imunisasi (BCG, DPT, Polio, Hepatitis, dan Campak). Dan hanya 12 balita yang tidak rutin mengikuti kegiatan imunisasi.

D.   Peran Petugas Kesehatan (Provider) dan Kader
Peran petugas kesehatan (provider) di Posyandu Reformasi adalah
sebagai berikut :
1. Sebagai pembimbing (guide)
a.    Memberikan penyuluhan
b.    Membimbing para kader dalam pelaksanaan kegiatan di posyandu.

2.  Sebagai ahli (expert)
a.    Memberikan imunisasi
b.    Pemeriksaan tekanan darah.

E.   Masalah dan Pemecahannya
Masalah yang sering dihadapi oleh posyandu reformasi :
1.    Kurang sadarnya orang tua  terhadap pentingnya imunisasi
2.    Tidak lengkapnya data yang ada
3.   Kurangnya fasilitas yang ada di Posyandu Kemuning

Pemecahan masalah yang telah dilakukan oleh posyandu reformasi :
1.     Memberikan penyuluhan/penjelasan-penjelasan mengenai imunisasi
2.     Menyediakan fasilitas untuk memperlancar dalam melaksanakan kegiatan

Alternatif pemecahan masalah
1.     Mengajukan proposal untuk pembangunan bangunan khusus kepada pemerintah untuk kegiatan imunisasi
2.     Data untuk lebih dilengkapi dalam rekapan pencatatan
3.     Meningkatkan mutu kader serta pelayanan kesehatan posyandu agar mempunyai standar yang baik

Dari uraian diatas dapat disimpulkan semua permasalahan yang terjadi karena adanya beberapa faktor penyebab diantaranya kurangnya partisifasi dan kesadaran dari masyarakat terhadap pentingnya mengikuti kegiatan di Posyandu, hal ini bisa di antisipasi dengan cara melakukan pembinaan kader oleh tenaga kesehatan dan mengadakan pendekatan kepada masyarakat serta diadakannya penyuluhan secara rutin kepada peserta Posyandu.

V.  Kesimpulan dan Saran

A.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil uraian dari BAB I – BAB III maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.     Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk Upaya
Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan     dari, oleh dan untuk masyarakat.
2.     Bentuk kegiatan yang di laksanakan di Posyandu Kemuning adalahPenimbangan  balita, Pemeriksaan ibu hamil, imunisasi, pemberian vitamin A, serta penyuluhan.
3.     Hasil dari kegiatan di posyandu Kemunig
4.     Peran petugas kesehatan (provider) di Posyandu Reformasi sebagai ahli danguide.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, beberapa saran yang dapat diajukan adalah:
1.   Bagi pengelola Posyandu Reformasi
a. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan posyandu.
b. lebih memperhatikan data hasil penimbangan agar tidak hilang.
c. Diharapakan agar masyarakat berpartisipasi aktif  dalam mengikuti kegiatan di posyandu.

   2.  Bagi petugas kesehatan (provider)
a. Diharapkan provider memberikan pelayanan yang sesuai dengan prosedur kesehatan  di posyandu.
b. Memberikan penyuluhan dibidang kesehatan.

3.    Bagi Peneliti Sesudah melakukan penelitian diharapkan peneliti agar lebih memahami dan mengetahui secara nyata kejadian di lapangan.

4.  Semua rekan mahasiswa yang telah menunjukan kekompakan dan kerjasama yang baik selama proses belajar mengajar.

Senin, 25 April 2016

KARANGAN ILMIAH POPULER : PENGARUH ROKOK TERHADAP KESEHATAN DIKALANGAN MASYARAKAT












BAHASA INDONESIA 2

Artikel tentang bahaya merokok dikalangan masyarakat

seperti yang diketahui rokok tidak asing lagi kita dengar dan kita lihat, kini setiaap toko atau warung sudah memperjual belikan rokok,hal ini sanga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat karena rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, hipetensi, gangguan kehamilan dan janin.
selain itu hal ini juga dapat merusak kadar-kadar jati diri bangsa. sekarang banyak siswa yang mengkonsumsi rokok. ini semua membuktikan bahwa rokok sudah merajalela dikalangan masyarakat. mengkonsumsi rokok juga dapat mengakibatkan rusaknya mental masyarakat.

Kesimpuan

masyarakat menggunakan rokok untuk menghilangkah stress, atas dasar solidaritas dan lain-lain, pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok dikalangan masyarakat adalah masalah kesehatan dan keungan. masalah kesehatan tersebut yaitu, kanker, serangan jantung, hipertensi, gangguan kehamilan dan janin. 

Senin, 11 April 2016

PEMBAHASAN JURNAL ILMIAH BERBASIS ANDROID

Di bawah ini adalah link jurnalnya :

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI READY FOR BATTLE FUTSAL BERBASIS ANDROID

Jenis Penelitian :
 Saat ini perkembangan teknologi memang su-dah tidak bisa dibantahkan lagi. Begitu juga dengan perkembangan olahraga futsal. Olah raga ini mirip dengan sepak bola tetapi lebih kecil lagi. Yang jumlah pemainnya hanya beranggotakan 5 orang, dengan lapangan juga yang tidak sebesar sepak bola. Futsal belakangan ini menjadi trendsetter dikalangan para remaja khususnya para mahasiswa. Olahraga ini tergolong cukup menarik dikarenakan fasilitas dan juga menjamurnya persewaan lapangan futsal yang hampir setiap lokasi ada. Dengan fanatisme yang be-gitu besar terhadap olahraga ini terkadang banyak sekali para penggemar futsal kesulitan mencari lawan bertanding, dikarenakan kurangnya komu-nikasi antar klub-klub futsal.

Metode Penullisan :
1. Metode Kepustakaan
Untuk mendukung perancangan aplikasi ini, penulis menggunakan metode pustaka sebagai referensi untuk mendapatkan konsep-konsep te-oritis maupun teknis. Pustaka yang digunakan di-antaranya adalah buku-buku referensi, internet, media pendukung lainnya yang berkaitan.

2. Metode Browsing Internet
Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan cara mencari dan mengambil data dan informasi dari internet yang berhubungan dengan permasalahan.

Hasil Penullisan :
Dengan melakukan tahap analisis, rancangan , implementasi maka analisis yang dilakukan dian-taranya analisis kebutuhan perangkat keras, ana-lisis kebutuhan perangkat lunak, analisis ke-layakan dan juga analisis SDM. Setelah analisis dilakukan maka tahap selanjutnya adalah pembu-atan rancangan aplikasi yang akan dibuat. Me-lalui proses tersebut aplikasi Ready For Battle

Kesimpulan :
Aplikasi ini dapat menampilkan menu login, menu registrasi, menu utama, menu daftar klub, menu jadwal tanding, form tambah jadwal tanding, menu profile, menu edit profile, menu about dan juga form logout, dan pada web server admin dapat melihat dan juga menghapis data pertandingan , dan data klub. Sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Maka dapat disimpul-kan penelitian tentang aplikasi Ready For Battle Futsal ini berhasil.

Saran :
Meskipun pada awalnya aplikasi ini dirancangan sedemikian rupa, tidak menutup kemungkinan aplikasi ini dikembangkan menjadi lebih baik lagi, supaya lebih bermanfaat lagi bagi pengguna. Beberapa hal yang mungkin dapat dil-akukan untuk mengembangkan aplikasi Ready For Battle Futsal adalah sebagai berikut.

1. Pada Aplikasi ini belum terdapat reset password jika pengguna kehilangan password masih harus menghubungi admin, untuk kedepannya dapat dikembangan dengan dilengkapi reset password.

2. Aplikasi ini dapat ditambah fitur chat, menu ajak tanding antar user, notifikasi jika ada ajakan tanding, agar aplikasi ini lebih bermanfaat.

3. Menambahkan fitur online shop tentang acceso-ries futsal, jadi aplikasi ini akan lebih dibutuhkan pengguna, khususnya para penggemar futsal.



Jumat, 01 April 2016

Tutorial Kabel LAN

Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya.
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.
Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara computer dengan switch
  • Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  • Menghubungkan switch ke router
  • Menghubungkan hub ke router
Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan
ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalahsusunan standar kabel cross over.
Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
  • Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  • Menghubungkan 2 buah switch
  • Menghubungkan 2 buah hub
  • Menghubungkan switch dengan hub
  • Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu
  • kabel UTP
  • Connector RJ-45
  • Crimping tools
  • RJ-45 LAN Tester
contoh gambarnya seperti dibawah ini :
Kabel UTP Tipe Straight
Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
  • Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.
Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:

Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.
 






Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
    • Orange Putih pada Pin 1
    • Orange pada Pin 2
    • Hijau Putih pada Pin 3
    • Biru pada Pin 4
    • Biru Putih pada Pin 5
    • Hijau pada Pin 6
    • Coklat Putih pada Pin 7
    • Coklat pada Pin 8.
Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.







Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.
Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1  atau belum.lihat gambar di bawah ini:








Kabel UTP Tipe Cross
Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:
    • Orange Putih pada Pin 1
    • Orange pada Pin 2
    • Hijau Putih pada Pin 3
    • Biru pada Pin 4
    • Biru Putih pada Pin 5
    • Hijau pada Pin 6
    • Coklat Putih pada Pin 7
    • Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
  • Hijau Putih pada Pin 1
  • Hijau pada Pin 2
  • Orange Putih pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Orange pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.
Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:

Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.lihat gambar di bawah ini :

 

REFERENSI :  

https://deenugraha.wordpress.com/about/membuat-kabel-utp-straight-cross/

http://www.adalahcara.com/2013/06/cara-crimping-kabel-utp-ke-rg-45.html